Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tahdzir

KOMENTAR TERHADAP TULISAN-TULISAN MUHAMMAD AL-GHAZALI

KOMENTAR TERHADAP TULISAN-TULISAN MUHAMMAD AL-GHAZALI Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata dalam kitab beliau ” Shifatu Shalaati An-Nabiyyi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallama min At-Takbiiri ilaa At-Tasliimi Ka-annaka Taraahaa” dalam muqadimahnya, mengomentari tulisan-tulisan Muhammad Al-Ghazali, sebagai berikut. Dalam sebuah buku berjudul Zhulamun Minal Gharbi karya Muhammad Al-Ghazali hlm. 200 disebutkan. “Pada sebuah konperensi di Universitas Princeton, Amerika Serikat, salah seorang pembicaranya ditanya oleh perserta, yang kebanyakan adalah para orientalis dan para pemerhati masalah-masalah Islam. Dengan ajaran apa kaum muslim bisa maju ke pentas dunia ? Apakah dengan ajaran Islam yang dipahami golongan Sunni, atau yang dipahami golongan Syi’ah Imamiah atau Syi’ah Zaidiyah, padahal di antara mereka sendiri terjadi perselisihan? Terkadang ada segolongan yang menyelesaikan suatu masalah dengan pemikiran yang modern, te...

KESYIRIKAN DALAM QOSHIDAH BURDAH AL-BUSHIRY

Oleh : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi Bagi sebagian kalangan warga Indonesia, “ Burdah Al-Bushiri ” bukanlah hal yang asing, lantaran buku itu kerap dibaca dalam acara-acara tertentu secara bersama dan bergilir dari rumah ke rumah pada setiap bulan, minggu, bahkan oleh sebagian orang dibaca setiap hari di rumahnya bersifat individual. Di kampung Arab Bondowoso diceritakan, bahwa acara pembacaan Burdah bersama tersebut merupakan warisan turun-temurun dari masyarakat kampung Arab, dan telah mengalami regenerasi yang cukup panjang yaitu sebelum tahun 1970-an, artinya sudah berlangsung kurang lebih selama 34 tahun. (Majalah Cahaya Nabawi No. 33 Th. III Sya’ban 1426 H hal. 56) Memang, “Burdah Al-Bushiri” ini sangat populer sekali, dibaca dan dikaji di rumah dan masjid seperti halnya Al-Qur’an, kalam ilahi. Lebih dari itu, banyak sekali buku yang mensyarahnya (menjelaskan makna kandungannya), sehingga terhitung lebih dari lima puluh jumlahnya, bahkan sebagiannya...

TENGKU ZULKARNAIN MENGINGKARI ALLAH DIATAS DAN MELECEHKAN USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT

Beredar video KH. Tengku Zulkarnain حفظه الله تعالىٰ yang mengingkari Allah سبحانه و تعالىٰ bersemayam di atas ‘Arsy, kemudian beliau mengolok-olok ‘aqidah Salafush Shalih, Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti ‘aqidahnya Yahudi dan Nashrani karena meyakini Allah سبحانه و تعالىٰ bersemayam di atas ‘Arsy. INGKARI ALLAH DIATAS LANGIT, TENGKU ZULKARNAIN JUGA LECEHKAN USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT MEYAKINI ALLAH DIATAS ARSY SAMA DENGAN KEYAKINAN YAHUDI DAN NASRANI?BEGITULAH PENDAPAT TENGKU ZULKARNAEN YANG TIDAK MEYAKINI ALLAH DIATAS LANGIT KEMUDIAN MELONTARKAN KATA-KATA YANG TIDAK PANTAS TERHADAP USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT DENGAN SEBUTAN BODAT (MONYET).”SEANDAINYA TENGKU ZULKARNAEN MEMBANTAH KITAB AL-MASAIL KARYA USTAD ABDUL HAKIM ABDAT DENGAN ADAB, ETIKA, DAN DENGAN BAHASA ILMIYAH SERTA JAUH DARI CELOTEHAN ‘BOCAH KECIIL’ NISCAYA ITU JAUH LEBIH BERMARTABAT UNTUK ORANG SEKELASNYA, SEHINGGA TIDAK HARUS KELUAR KATA: BODAT,MAMI, BABI, SUN GO KONG…. DST. DAN LEBIH PENTING LAGI H...

USTADZ ABDUL SOMAD AL-KADZDZAB MENGINGKARI KETINGGIAN ALLAH DI ATAS LANGIT

MUKADDIMAH Keyakinan bahwa Allah itu Maha Tinggi dan berada di atas, sejatinya merupakan keyakinan yang telah terpatri dalam fitrah kaum muslimin secara umum. Ungkapan-ungkapan mereka yang biasa kita dengar semisal; “Kita serahkan pada Yang di Atas”…, “Kalau Yang di Atas telah berkehendak”…., dan lain-lain yang semisal, adalah bukti bahwa sebenarnya hati kita tidak bisa memungkiri keberadaan Allah di atas segenap makhluk. Di samping juga mereka—ketika berdoa dan berharap kepada Allah—kedua tangan serta kepala mereka menengadah ke atas, tidak ke samping, dan tidak ke bawah. Kita tidak pernah mendengar ungkapan kaum muslimin yang menyatakan; “Kita serahkan saja pada yang tidak di bawah dan tidak di atas”…, atau “Kita serahkan pada Dzat yang ada di mana-mana”… Sungguh kita tidak pernah mendengar yang demikian terucap oleh lisan mereka. Namun sungguh sangat disayangkan, sebagian tokoh yang mengaku bermadzhab Asy’ary dan memperjuangkan madzhab Imam Abul Hasan al-Asy’ary ju...

IBNU SINA ADALAH SETAN DARI KALANGAN MANUSIA

》Orang-orang memberi nama: ▪ Sekolah “Ibnu Sina” ▪ Apotek “Ibnu Sina” ▪ Rumah Sakit “Ibnu Sina” ▪ Kamar “Ibnu Sina” ▪ Laboratorium “Ibnu Sina” ● Tahukah mereka, siapakah Ibnu Sina? Mari Menelisik Hakikat Ibnu Sina ? Ibnu Sina – semoga Allah tidak meridhoinya- memiliki nama Al Husein bin Abdillah. Dia sangat terkenal di bidang kedokteran sehingga banyak orang memujinya dan mengabadikan namanya di bidang kesehatan, bahkan menisbahkannya dengan Islam.Padahal dia memiliki kesesatan yang Islam berlepas darinya. Bacalah keterangan ulama Salafy, yang dulu maupun sekarang, tentang siapa Ibnu Sina.Agar kita tidak ikut latah memuji dan menyandarkan namanya sebagai “Dokter Islam”. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Ibnu Sina itu seorang Syiah Rafidhah dari sekte Qaramithah.Dia mencela dan merendahkan kehormatan para shahabat radhiyallahu anhum. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah berkata dalam Ighasatul Lahafaan 2/267 : “Imamnya ...